Rahim Yang Ikhlas - HUT Moria ke-62 Tahun ( Bahan PA Permata 6 - 12 Oktober 2019 )


Bahan PA Permata 6 - 12 Oktober 2019
HUT Moria ke-62 Tahun

Nas : Lukas 1:26-38; Pengkotbah 11:5
Lukas 1:26-38
Kelahiran Yesus diberitahukan
26. Ketika Elisabet sudah mengandung enam bulan, Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke Nazaret, sebuah kota di daerah Galilea.
27. Gabriel diutus kepada seorang perawan, bernama Maria. Perawan itu sudah bertunangan dengan seorang yang bernama Yusuf, keturunan Raja Daud.
28. Malaikat itu datang kepada Maria dan berkata, “Salam, engkau yang diberkati Tuhan secara istimewa! Tuhan bersama dengan engkau!”
29. Mendengar perkataan malaikat itu Maria terkejut, sehingga bertanya-tanya dalam hati apa maksud salam itu.
30. Maka malaikat itu berkata kepadanya, “Jangan takut, Maria, sebab engkau berkenan di hati Allah.
31. Engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak, yang harus engkau beri nama Yesus.
32. Ia akan menjadi agung dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Tuhan Allah akan menjadikan Dia raja seperti Raja Daud, nenek moyang-Nya.
33. Dan Ia akan memerintah sebagai raja atas keturunan Yakub selama-lamanya. Kerajaan-Nya tidak akan berakhir.”
34. “Tetapi saya masih perawan,” kata Maria kepada malaikat itu, “bagaimana hal itu bisa terjadi?”
35. Malaikat itu menjawab, “Roh Allah akan datang kepadamu, dan kuasa Allah akan meliputi engkau. Itulah sebabnya anak yang akan lahir itu akan disebut Kudus, Anak Allah.
36. Ingat: Elisabet, sanak saudaramu itu sudah hamil enam bulan, walaupun ia sudah tua dan orang mengatakan bahwa ia mandul.
37. Sebab untuk Allah tidak ada yang mustahil.”
38. Lalu Maria berkata, “Saya ini hamba Tuhan; biarlah terjadi pada saya seperti yang engkau katakan.” Lalu malaikat itu pergi meninggalkan Maria.

Pengkotbah 11:5
5. Allah membuat segala-galanya,
dan manusia tak dapat memahami tindakan-Nya;
Tema : Rahim Yang Ikhlas

Agar PERMATA GBKP :
  1. Mampu memaknai pengorbanan dan perjuangan seorang ibu sesuai nas
  2. Mampu menyatakan tanda terima kasih atas perjuangan ibu melalui aksi nyata
Metode : Aksi HU

I. PENDAHULUAN

Kata "rahim" tentu identik dengan seorang wanita, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata "rahim" berarti kantong selaput dalam perut, tempat janin ( bayi ): peranakan; kandungan, selain itu kata rahim juga dapat berarti bersifat belas kasihan; bersifat penyayang. Rahim di dalam diri wanita telah menunjukkan peran dan fungsinya di sepanjang sejarah yang tercatat di Alkitab.

Sejumlah perempuan melalui rahimnya melahirkan generasi baru yang menjadi berkat bagi bangsa-bangsa. Di dalam Perjanjian Lama kita dapat melihat kisah hidup Sara. Dalam usianya yang lanjut, Sara dijanjikan akan memiliki seorang anak. Sebuah janji yang menurut manusia hampir mustahil untuk terpenuhi. Namun dalam masa penantiannya, Sara tahu bahwa iman perlu dilatih dan dibuktikan dengan perbuatan yang nyata. Ia belajar bahwa iman harus didasarkan pada janji-janji Allah yang teguh, bukan diatas keterbatasan manusia. Selain Sara, kisah ibu Musa yang berjuang menyembunyikan bayinya selama 3 bulan dan berusaha menyelamatkannya dari pembunuhan yang dilakukan raja Mesir terhadap semua bayi laki-laki orang Ibrani. Kisah perjuangan Hana, ibu Samuel yang dengan sungguh-sungguh meminta kepada Tuhan agar dikaruniai seorang anak dan ketika ia sudah melahirkan melahirkan anak laki-laki yang diberinya nama Samuel ia menyerahkannya kepada Tuhan, melayani Tuhan di rumahNya dan setiap tahunnya ia membuatkan jubah kecil bagi anaknya dan memberikannya apabila ia bersama-sama suaminya pergi mempersembahkan korban sembelihan tahunan. Masih banyak lagi kisah ibu hebat di dalam Alkitab yang dengan kerendahan hati dan ketulusannya mempersernbahkan dirinya untuk kebaikan keluarga dan anak-anaknya juga untuk kemuliaan Tuhan.

PA kita minggu ini kita akan melihat perjuangan Maria, ibu Yesus, juruselamat dunia, yang memberikan "rahim"nya sebagai sarana karya keselamatan yang diberikan Tuhan bagi dunia.

II. ISI 
Maria sangat terkejut ketika malaikat Gabriel yang disuruh Allah mendatangi Maria di rumahnya di Nazaret sebuah kota di Galilea dan memberi salam "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau" ( ay. 26- 28 ). Hati Maria bertanya-tanya apakah arti salam itu. Belum lagi terjawab pertanyaan di dalam hati Maria, malaikat itu kemudian menyampaikan berita yang lebih besar lagi. Kata malaikat itu kepadanya: "jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Tuhan Allah akan mengaruniakan kepadaNya tahta Daud, bapa leluhurNya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan KerajaanNya tidak akan berkesudahan" ( ay. 29-33 ). Tentulah yang disampaikan malaikat itu membuat Maria lebih terkejut lagi, Maria ragu-ragu bahkan ia merasa hal itu adalah sebuah kemustahilan dan kalaupun mungkin hal itu justru akan lebih menakutkan lagi sebab Maria belum bersuami, bagaimana dengan hubungannya dengan Jusuf, tunangannya? Dan bagaimana dengan masa depannya sendiri? Hal ini tergambar di dalam perkataan Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena belum bersuami?" (ay. 34).

Malaikat itu kembali meyakinkan Maria, katanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kau lahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil" (ay. 35-37). Mendengar perkataan malaikat itu Maria, wanita yang diistimewakan di antara kaum wanita lainnya karena rahimnya menjadi tempat berlindung dan saluran bagi Sang Juruselamat dunia lahir menjawab, "sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu" (ay. 38). Diistimewakan bukan berarti tanpa pengorbanan, dan Maria pun menegaskan pernyataannya itu dengan setulus hatinya. Maria dengan kerendahan hatinya menyadari bahwa ia hanyalah hamba Tuhan. Bagi wanita, rahim bukan saja menjadi penanda biologis akan status gendernya, melainkan eksistensi wanita di dalam tubuh Kristus. Sederhananya wanita adalah rahim di dalam tubuh Kristus. Maria menunjukkan bahwa melalui rahimnya, Allah menyatakan kebesaran kasihNya bagi umat manusia. Kebesaran karya dan kasih Allah yang tak terselami pikiran manusia yang terbatas seperti yang tertulis dalam Pengkotbah 11:5 "Sebagaimana engkau tidak mengetahui jalan angin dan tulang-tulang dalam rahim seorang perempuan yang mengandung, demikian juga engkau tidak mengetahui pekerjaan Allah yang melakukan segala sesuatu" Pengkotbah 11:5. Pembentukan anak di dalam kandungan ibunya memang sebuah rahasia pada zaman itu bnd Maz 139:14-16. Allah Yang Maha Kuasa mengerjakan keindahan bayi di dalam rahim seorang ibu, demikian jugalah Allah mengerjakan rencanaNya yang indah di dalam kehidupan kita.

III. APLIKASI 
"Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi tak harap kembali bagai sang surya menyinari dunia"....lagu sederhana ciptaan SM Mochtar yang sarat makna ini merupakan salah satu dari banyaknya lagu yang ada di dunia yang terinspirasi dari indahnya kasih seorang ibu. Setiap ibu pasti punya cerita perjuangannya sendiri ketika mengandung, melahirkan, membesarkan dan mendidik anak-anaknya, keikhlasannya untuk menanggung segala sesuatu demi kebaikan anak-anak dan keluarganya akan selalu menjadi tema yang menyentuh untuk dibicarakan. Tema PA PERMATA kita minggu ini "Rahim Yang Ikhlas" menggambarkan ketulusan perjuangan seorang ibu yang harus kita hargai terlepas dari segala kekurangan dan kelebihan ibu kita, mereka tetap layak mendapatkan penghormatan dan kasih sayang dari kita.

Pada tanggal 16 Oktober 2019 Moria, kategorial Kaum Ibu di GBKP bruiang tahun ke 62 tahun, tentu dengan pertambahan usia Moria kita berharap agar Moria tetap menjadi teladan di dalam perjuangan dan iman bagi anak-anaknya. Dan sebagai seorang anak kita juga diingatkan keluarga dan antuk senantiasa mendoakan, mengasihi dan menghargai perjuangan ibu kita. gita tentu tidak akan dapat membalas setiap yang sudah diberikan ibu kepada kita tetapi dengan memakai hidup kita sesuai dengan kehendak Tuhan berarti kita sudah mempersembahkan hadiah yang terbaik untuk ibu kita, seperti yang dikatakan dalam Amsal 23:25 "Biarlah ayahmu dan ibumu bersukacita, biarlah beria-ria dia yang melahirkan engkau".

IV. AKSI HUT 
PERMATA GBKP memberikan kejutan untuk merayakan HUT Moria. Bagi PERMATA yang tinggal bersama ibunya di rumah: berikan satu hari yang istimewa untuk ibumu dengan mengerjakan pekerjaan rumah yang biasa dilakukan ibu misalnya menyiapkan sarapan, mencuci baju, memasak makanan spesial untuk keluarga di hari itu dan berikan waktu untuk ibumu beristirahat dan memiliki waktu untuk merawat dirinya di hari itu. Untuk PERMATA GBKP yang tinggal berjauhan dengan ibu ( merantau, kuliah di luar daerah, dll ): kirim pesan atau telpon ibumu dan katakan bahwa engkau mencintainya.

V. USULAN LAGU
  1. Bapa Engkau Sungguh Baik       ( KLIK JUDUL LAGU UNTUK MELIHAT LIRIK )
  2. Di Doa Ibuku Namaku Disebut  ( KLIK JUDUL LAGU UNTUK MELIHAT LIRIK )
  3. Terima Kasih Tuhan                   ( KLIK JUDUL LAGU UNTUK MELIHAT LIRIK )

Pdt. Bertha Wanda Sari Sinukaban, S.Th


0 Response to "Rahim Yang Ikhlas - HUT Moria ke-62 Tahun ( Bahan PA Permata 6 - 12 Oktober 2019 )"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel